Cerita Lucu Pendaki Jombloh

    Perkenalkan nama saya Muhammad Arham Ahmad hobi saya mendaki walaupun gunung yang saya daki masi itu itu ajah. Ini adalah kisah pertama saya yang akan saya ceritakan mulai detik, menit, jam, hari, bulan, tahun ini. Yah kalian sudah tau kan apa judul cerita ini, nah mari kita simak cerita ini. Saat itu saya sudah ada di puncak, dengan bau agak dekil disertai wajah yang agak gembel. Saya tau situasi saya namun mungkin gara gara sudah di puncak kepedean saya agak naik. Di puncak saya bersama teman teman saya yang hampir mirip dengan situasi saya, dengkil dan gembel dengan gaya percaya diri. Kami pun janjian barang siapa yang pertama mendapatkan nomor WA (whatsapp) saat dia pulang maka barangnya akan di kosongkan. Kami pun berpencar ada yang naik ke puncak dan ada yang turun ada juga yang ke sungai mau eee' katanya.
   Di mulai dari yayat (teman muncak saya yang lebih tampan dari saya) dia kenalan dengan wanita yang cantik namun pendiam kata yayat wanita itu tidak pernah berbicara saat di tanya. Yayat telah mengeluarkan segala cara termasuk mengeluarkan jurus pamungkasnya (mengemis ke pada cewek) tapi sama ajah, wanita itu tetap diam dan tanpa menyerah wanita itupun akhirnya berbicara namun saat birbicara suaranya kedengaran aneh, ternyata wanita itu tuli dan bisu.
    Selanjutnya Tuo (teman muncak saya yang pendiam) dia kenalan dengan wanita tepatnya di samping suangai Tuo pun kenalan dan sempat berbincang bincang dan wanita itu minta di temenin pergi ke sungai Tuo pun tancap gas (tidak menolak ajakan wanita itu) setelah sampai di sungai wanita itu pun kencing dengan gaya berdiri, Tuo menyadari ada ke anehan waktu itu dan ternyata memang aneh karena wanita itu bukan wanita tetapi lelaki yang telah berkamuflase. Tuo pun mengakhiri kencangnya dengan meninggalkan si juliet di pinggir sungai.
    Selanjutnya yang terakhir adalah saya (pemuncak yang bermimpi mendapat jodoh di teranggulasi) saya mendapatkan wanita yang lumayan cantik lah belum saya ajak kenalan wanita itu udah bilang maaf saya udah punya pacar. Dengan hati yang hancur kami pulang dengan tangan kosong tanpa nomor WA gadis cantik.
    Sekian cerita dari saya itulah sedikit pengalaman pahitku saat sedang muncak, semoga di cerita lain lebih bisa menghibur lagi. Terimakasih.

Komentar

  1. Hhh.kasian yah pendaki jombloh yang muncak dengan harapan pulang membawa jodoh,tapi alhasil semua hanya mimpi.wkwkwkwk

    BalasHapus
  2. Ternyata takdir masih beta, perjalan bukan hanya di puncak gunung saja. Mungkin di toilet juga bisa :v

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan Populer